Dalam dunia investasi yang terus berubah, mencapai tingkat pengembalian yang mengungguli tingkat inflasi menjadi tujuan utama. Pada tahun 2023, sorotan jatuh pada Bitcoin yang muncul sebagai pemenang yang mencolok, mengungguli kelas aset tradisional seperti emas, saham, dan obligasi.
1. Bitcoin vs Emas
Pada 2023, harga Bitcoin mengalami kenaikan sebesar +153.46%, naik dari USD 16,625 pada 1 Januari 2023, menjadi USD 42,152 pada 31 Desember 2023. Sementara itu, harga emas mengalami kenaikan sebesar +16.32%, naik dari USD 1,827.86 menjadi USD 2,126.18 dalam periode yang sama.
Hal ini menunjukkan bahwa performa Bitcoin jauh melampaui performa emas, menandakan potensi keuntungan yang lebih besar bagi investor yang memilih aset kripto tersebut. Pertumbuhan yang signifikan ini juga mencerminkan ketertarikan yang terus meningkat terhadap Bitcoin sebagai pilihan investasi yang dinamis.
2. Bitcoin vs S&P 500
Seperti sebelumnya harga Bitcoin mengalami kenaikan sebesar +153.46%, naik dari USD 16,625 pada 1 Januari 2023, menjadi USD 42,152 pada 31 Desember 2023. Sementara itu, S&P 500 mengalami pertumbuhan sebesar +24.73%, naik dari USD 3,824.14 menjadi USD 4,769.83 dalam periode yang sama.
Hal ini menunjukkan bahwa performa Bitcoin secara signifikan melampaui pertumbuhan indeks S&P 500, menggambarkan daya tarik mata uang kripto ini sebagai investasi yang potensial. Pertumbuhan yang mencolok ini menegaskan peran Bitcoin sebagai aset yang menarik bagi investor yang mencari keuntungan signifikan.
3. Bitcoin vs NASDAQ
Pada tahun 2023, terjadi perubahan pada indeks NASDAQ, yang mengalami penurunan sebesar -5.86%. Harga berubah dari USD 61.76 menjadi USD 58.14. Penurunan ini memberikan gambaran tentang tantangan yang dihadapi oleh saham-saham teknologi dan perusahaan yang terdaftar di NASDAQ selama periode tersebut.
Beberapa faktor yang mungkin mempengaruhi kinerja NASDAQ termasuk kondisi ekonomi global, kebijakan suku bunga, perubahan regulasi, dan perubahan dalam persepsi pasar terhadap saham teknologi. Kondisi ini dapat menciptakan tantangan dan peluang bagi investor yang berpartisipasi di pasar saham. Berbanding terbalik dengan Bitcoin berhasil mencatatkan pertumbuhan +153.46%.
4. Bitcoin vs Obligasi
Bitcoin vs Obligasi FR (Short Term)
Obligasi FR jangka pendek (< 3 tahun) menunjukkan tingkat imbal hasil yang stabil, tetapi masih lebih menarik dibandingkan deposito. Performa terbaiknya di sekitar 4,81% - 5,68%
Bitcoin vs Obligasi FR (Long Term)
Obligasi FR jangka panjang, dengan pertumbuhan sekitar 10.66% - 12.32%, menawarkan stabilitas yang lebih tinggi dalam imbal hasilnya. Tentu, Bitcoin tetap unggul dalam hal potensi pertumbuhan signifikan. Walau perlu diingat pilihan antara keduanya akan sangat tergantung pada profil risiko dan tujuan investasi masing-masing investor.
Bitcoin vs SBN Ritel
Surat Berharga Negara Ritel (SBN Ritel) adalah instrumen pembiayaan APBN berupa produk investasi yang dapat dibeli oleh Warga Negara Indonesia.
Instrumen ini menawarkan variasi tingkat kupon dari 6.50% - 6.85% di 2023. Investor dengan profil high-risk taker yang mencari pertumbuhan modal mungkin akan lebih tertarik pada Bitcoin, sementara mereka yang mengutamakan pendapatan tetap mungkin lebih memilih SBN Ritel.
5. Skenario Jika Membeli Bitcoin pada Awal Tahun 2023
Jika seseorang berinvestasi pada awal tahun 2023 dengan harga Bitcoin USD 16,625 dan mencapai USD 42,152 pada akhir tahun, performanya luar biasa dengan pertumbuhan sebesar 153.46%. Ini menunjukkan potensi besar bagi investor yang berani mengambil risiko untuk mendapatkan keuntungan yang signifikan.
Contoh Investasi
Misalkan kita berinvestasi sejumlah Rp 10 juta pada 1 Januari 2023, pada akhir tahun investasi kita akan berkembang menjadi berapa? Dengan pertumbuhan 153.46%, nilai investasi kita akan menjadi Rp 25.346.000 pada 31 Desember 2023. Ini adalah contoh nyata bagaimana Bitcoin dapat menjadi aset yang menguntungkan.